BeritaDaerah

Di Bawah Cahaya Ramadan, Safari Wakil Bupati Lembata Hangatkan Kebersamaan Warga Desa Normal

19
×

Di Bawah Cahaya Ramadan, Safari Wakil Bupati Lembata Hangatkan Kebersamaan Warga Desa Normal

Sebarkan artikel ini
Di Bawah Cahaya Ramadan, Safari Wakil Bupati Lembata Hangatkan Kebersamaan Warga Desa Normal. Foto: Istimewa.
Di Bawah Cahaya Ramadan, Safari Wakil Bupati Lembata Hangatkan Kebersamaan Warga Desa Normal. Foto: Istimewa.

LEMBATA – Senja perlahan turun di Desa Normal, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Rabu (11/03/2026). Di halaman Masjid Nurul Jama’ah Leunoda, masyarakat mulai berkumpul. Anak-anak berlarian kecil di pelataran masjid, sementara para orang tua duduk bersila menunggu waktu berbuka. Suasana Ramadan terasa hangat dan penuh kebersamaan.

Hari itu merupakan Ramadan ke-21. Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, S.Sos, datang bersama rombongan pemerintah daerah untuk melaksanakan Safari Ramadan. Turut hadir Kapolres Lembata, AKBP. Nanang Wahyudi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, serta sejumlah pejabat daerah seperti Kepala BKPSDM, Kepala BKAD, Sekretaris Inspektorat, Sekretaris Disporabud, dan Kabag Pembangunan Sekretariat Daerah.

Baca Juga: Naik Kelas ke Kantor Cabang, PELNI Buka Babak Baru Konektivitas Laut di Lembata

Kedatangan mereka disambut hangat oleh masyarakat Desa Normal yang dipimpin oleh Imam Masjid Nurul Jama’ah Leunoda. Wajah-wajah penuh senyum tampak dari warga yang merasa senang dapat berbuka dan beribadah bersama para pemimpin daerah mereka.

Sambil menunggu waktu berbuka, Imam Masjid Nurul Jama’ah Leunoda, Sahrudin Daeng, menyampaikan tausyiah yang sederhana namun menyentuh.

Ia mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus hingga bedug berbunyi.

Baca Juga: KPK Tahan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji Tahun 2023-2024

“Ramadan bukan berakhir saat kita berbuka. Ramadan adalah pesan dari Allah agar kita menata diri dan memperbaiki diri,” tuturnya di hadapan jamaah.

Menurutnya, bulan suci ini menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki tiga hal penting dalam kehidupan manusia: hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan lingkungan.

Ia mengajak jamaah memperbaiki ibadah wajib seperti salat lima waktu, puasa, dan zakat, serta menambah ibadah sunnah seperti salat tarawih. Di saat yang sama, Ramadan juga mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama.

Baca Juga: Pemkab Lembata di Persimpangan Jalan: UMKM Butuh Fasilitator, Aturan Minta Eksekutor

“Memberi makanan kepada orang yang berpuasa pahalanya sama seperti orang yang berpuasa itu sendiri,” ujarnya.

Selain hubungan dengan sesama manusia, ia juga menyinggung kepedulian terhadap lingkungan. Alam, katanya, akan tetap bersahabat jika manusia memperlakukannya dengan baik.

Suasana semakin khidmat ketika Kapolres Lembata menyampaikan pesan kepada masyarakat. Ia mengajak warga memanfaatkan sisa Ramadan, terutama malam-malam terakhir yang diyakini penuh keberkahan.

Baca Juga: DPRD Lembata Sepakat Rampungkan Perubahan Perangkat Daerah, Birokrasi Dipangkas Jadi 36 OPD

“Mari kita lebih giat beribadah, terutama di malam-malam ganjil. Di situlah kesempatan kita meraih malam Lailatul Qadar,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa puasa tidak hanya berdampak pada spiritualitas, tetapi juga kesehatan. Secara fisik, puasa membantu tubuh melakukan detoksifikasi, sementara secara psikis melatih kesabaran, pengendalian emosi, dan kedisiplinan diri.

Kapolres turut mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat Lembata yang beragam.

Baca Juga: Kolaborasi Pemda Lembata dan Imigrasi Maumere Perkuat Perlindungan Migran

Menurutnya, keharmonisan adalah kunci terciptanya kehidupan yang aman dan damai.

Sementara itu, Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai waktu untuk refleksi diri. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan.

“Ramadan adalah kesempatan untuk bertaubat. Ampunan Allah sangat luas bagi siapa saja yang benar-benar ingin memperbaiki diri,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Tunjuk Agus Fatoni sebagai Pimpinan BAZNAS Periode 2026–2031

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, keharmonisan keluarga dan masyarakat menjadi fondasi penting bagi kehidupan yang damai.

Menjelang azan magrib, suasana di masjid semakin hening. Jamaah menunggu dengan sabar. Ketika azan akhirnya berkumandang, senyum dan rasa syukur terlihat di wajah para warga Desa Normal yang berbuka bersama dalam suasana penuh kehangatan.

Di bawah langit senja Ramadan, kebersamaan itu terasa sederhana, tetapi bermakna-mengikat hati masyarakat dan para pemimpinnya dalam satu rasa: persaudaraan.***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *