BeritaDaerah

Melalui Safari Ramadan, Wakil Bupati Lembata Perkuat Silaturahmi dan Nilai Kebangsaan

12
×

Melalui Safari Ramadan, Wakil Bupati Lembata Perkuat Silaturahmi dan Nilai Kebangsaan

Sebarkan artikel ini
Melalui Safari Ramadan, Wakil Bupati Lembata Perkuat Silaturahmi dan Nilai Kebangsaan. Foto: Istimewa.
Melalui Safari Ramadan, Wakil Bupati Lembata Perkuat Silaturahmi dan Nilai Kebangsaan. Foto: Istimewa.

LEMBATA – Safari Ramadan kembali menjadi ruang perjumpaan yang meneduhkan antara pemerintah dan masyarakat. Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Masjid Al-Ikhlas, Desa Balauring, Selasa (10/03/2026).

Kehadiran Wakil Bupati dalam kegiatan ini tidak sekadar menjalankan agenda, tetapi menjadi momentum untuk menyapa masyarakat secara langsung sekaligus memperkuat silaturahmi di tengah kehidupan sosial masyarakat Lembata.

Dalam Kegiatan ini turut hadir Kapolres Lembata, AKBP. Nanang Wahyudi, Kepala Kantor Kementerian Agama Lembata, H. Jamaluddin Malik, Ketua MUI Lembata, H. M. Mahmud, Lc, Ketua Fatayat NU Lembata, Yuni Damayanti, Sekdis Perikanan, Sekdis Porabud, Kepala Desa Balauring, tokoh agama, tokoh adat, majelis ta’lim, pengurus masjid, serta masyarakat setempat.

Baca Juga: Koperindag Lembata Intensif Pantau Harga dan Stok Jelang Idul Fitri

Kegiatan ini diisi dengan tausiah oleh Ustadz Hasadullah Abdullah yang mengingatkan pentingnya memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah SWT, terutama dengan doa yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika berharap bertemu dengan malam Lailatul Qadar.

Sementara itu, Kapolres Lembata, AKBP. Nanang Wahyudi dalam kesempatan tersebut mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing selama bulan suci Ramadan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mendoakan saudara-saudara di berbagai wilayah dunia yang sedang mengalami konflik agar diberikan keselamatan dan kedamaian.

Baca Juga: Bupati Lembata Tekankan Perencanaan Pembangunan yang Komprehensif, Adaptif, dan Partisipatif dalam Forum RKPD 2027

Ketua MUI Lembata, H. M. Mahmud, Lc menekankan pentingnya mensyukuri setiap bentuk bantuan dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, setiap kebaikan yang membawa manfaat bagi umat merupakan amal yang bernilai di hadapan Allah SWT.

Hal senada disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Lembata, H. Jamaluddin Malik mengingatkan agar masyarakat tidak memperdebatkan perbedaan kecil dalam pelaksanaan ibadah.

“Yang jauh lebih penting, menurutnya, adalah menjaga silaturahmi, persatuan, dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat,” ungkap Jamaluddin.

Baca Juga: Julie Sutrisno Laiskodat Dukung Safari Ramadhan MUI Lembata dengan Bantuan Sosial

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir menyampaikan bahwa dalam perspektif Islam, politik dan kekuasaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena keduanya berperan menjaga nilai-nilai moral dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, agama memberikan landasan etika dan moral, sementara kekuasaan berfungsi menjaga agar nilai-nilai tersebut dapat ditegakkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wabup Nasir juga menegaskan bahwa dalam Islam politik pada hakikatnya adalah siyasah, yaitu upaya mengelola kehidupan masyarakat agar tercapai keadilan sosial dan kemaslahatan bersama.

Baca Juga: Panen Perdana 1.000 Ton Jagung Hibrida di Lembata: Ujian Model Kemitraan Agribisnis di Lahan Kering

Lebih jauh, Wabup Nasir  mengingatkan bahwa perintah pertama dalam Al-Qur’an adalah “Iqra” yang mengandung makna pentingnya membaca, meneliti, dan mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari integrasi antara sains dan nilai spiritual.

Menutup sambutannya, ia mengajak masyarakat memanfaatkan bulan Ramadan untuk memperkuat kebersamaan, memperbanyak ibadah, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman demi terwujudnya masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan harmonis.

Di bawah cahaya lampu masjid, para pemimpin daerah dan masyarakat tampak duduk berdampingan dalam suasana penuh kehangatan. Safari Ramadan pun terasa seperti jembatan yang menghubungkan pemimpin dengan umatnya sebuah ruang dialog yang menghadirkan doa, harapan, serta percakapan yang menguatkan rasa kebersamaan.***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *