BeritaDaerah

Bupati Lembata Ikuti Misa Rabu Abu di Waipukang, Ajak Umat Jadikan Prapaskah Momentum Pertobatan dan Harapan

10
×

Bupati Lembata Ikuti Misa Rabu Abu di Waipukang, Ajak Umat Jadikan Prapaskah Momentum Pertobatan dan Harapan

Sebarkan artikel ini
Perayaan Rabu Abu di Waipukang menjadi momentum pertobatan dan harapan, dihadiri Bupati Lembata bersama jajaran pemerintah daerah. Foto: Istimewa.
Perayaan Rabu Abu di Waipukang menjadi momentum pertobatan dan harapan, dihadiri Bupati Lembata bersama jajaran pemerintah daerah. Foto: Istimewa.

LEMBATA – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Sta. Maria Bintang Laut, Waipukang, saat umat bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lembata mengikuti Perayaan Misa Rabu Abu yang menandai awal Masa Prapaskah. Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, turut hadir bersama para pimpinan OPD, menyatu dalam doa bersama umat.

Pesan Pertobatan Sejati

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD. Yohanes Angka Wokal, Pr. Dalam homilinya, ia menekankan pentingnya pertobatan yang lahir dari hati, bukan sekadar formalitas. Mengutip seruan Nabi Yoel, umat diajak untuk “mengoyakkan hati dan bukan pakaian” sebagai simbol kesungguhan kembali kepada Allah.

RD. Yohanes juga mengingatkan pesan Santo Paulus kepada Jemaat Korintus: “Hari ini adalah hari penyelamatan.” Masa Prapaskah, menurutnya, adalah kesempatan rahmat untuk memperbarui hidup, membangun relasi damai dengan Tuhan dan sesama, serta menghadirkan kasih di tengah keluarga dan masyarakat.

Baca Juga: Bupati Lembata Lantik Pengurus BAZNAS 2025–2030, Dorong Tata Kelola Zakat Profesional

Pilar Prapaskah: Sedekah, Doa, dan Puasa

Mengacu pada Injil Matius, umat diajak meneguhkan tiga pilar utama hidup rohani selama Prapaskah: memberi sedekah, berdoa, dan berpuasa. Ketiga praktik ini menjadi wujud nyata pertobatan yang membentuk hati rendah dan penuh kasih.

Bupati Kanisius Tuaq: Doa, Duka, dan Harapan

Dalam sambutannya, Bupati Kanisius Tuaq mengajak umat mengenang almarhum Kepala Desa Larantuwutun, Polikarpus Demon, yang baru saja berpulang. Ia menyampaikan duka cita mendalam sekaligus mengajak umat mendoakan arwah almarhum.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata, saya menyampaikan selamat memasuki Masa Prapaskah. Semoga masa ini menjadi momentum pembaruan hidup bagi kita semua,” ujar Bupati.

Baca Juga: Deklarasi Warga Lewoleba Barat: Komitmen Bersama Atasi Sampah di Kali Waikomo

Dukungan Nyata untuk Petani dan Ekonomi Keluarga

Selain pesan rohani, Bupati juga menyinggung program strategis daerah. Pemerintah Kabupaten Lembata siap membeli jagung dari masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap petani lokal.

Ia menekankan pentingnya kerja nyata di lapangan, termasuk menjaga kesehatan ternak dan menyiapkan bahan pangan secara mandiri.

Upaya ini, menurutnya, bertujuan memperkuat ekonomi mikro keluarga sekaligus mendukung kemandirian gereja dan masyarakat. Di tengah kondisi keuangan daerah dan nasional yang menurun, Bupati mengajak masyarakat untuk tetap bekerja keras, tidak berpangku tangan, dan senantiasa mengandalkan doa.

Baca Juga: Dari Ladang Paubokol, Harapan Itu Tumbuh: Kelompok Tani Peduli Paubokol Panen Jagung Bersama Bupati Lembata

Semangat Gotong Royong “Taan Tou”

Bupati menyampaikan apresiasi kepada ASN dan seluruh elemen masyarakat yang aktif terlibat dalam pembangunan daerah.

Ia menegaskan kembali pentingnya semangat “Taan Tou” sebagai wujud gotong royong dan kebersamaan dalam membangun Lembata.

Perhatian untuk Gereja dan Harapan Prapaskah

Menanggapi pembangunan Gereja Sta. Maria Bintang Laut, Bupati menyampaikan bahwa dirinya tidak banyak berjanji, tetapi telah melihat langsung kondisi gereja dan memberi perhatian terhadap proses pembangunannya.

Baca Juga: Bupati Lembata Hadiri Tahbisan Uskup Larantuka, Teguhkan Semangat ‘Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh umat untuk saling mendukung, memperkuat iman, serta memohon berkat Tuhan agar Masa Prapaskah sungguh menjadi jalan pertobatan, damai, dan harapan di tengah tantangan zaman.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *