Hukum & Kriminal

Kasus Pencurian Yang Meresahkan Warga, Polres Lembata Berhasil Amankan 26 Barang Bukti dan 3 Pelaku

27
×

Kasus Pencurian Yang Meresahkan Warga, Polres Lembata Berhasil Amankan 26 Barang Bukti dan 3 Pelaku

Sebarkan artikel ini
Kasus Pencurian Yang Meresahkan Warga, Polres Lembata Berhasil Amankan 26 Barang Bukti dan 3 Pelaku. Foto: Istimewa.
Kasus Pencurian Yang Meresahkan Warga, Polres Lembata Berhasil Amankan 26 Barang Bukti dan 3 Pelaku. Foto: Istimewa.

LEMBATA – Akhir-akhir ini warga masyarakat kabupaten Lembata diresahkan dengan beberapa kasus Pencurian  terhitung sejak bulan November 2025 hingga Januari 2026 dan hal ini akhirnya berhasil diungkap Kepolisian Resort (Polres) Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Pada Rabu (21/01/2026), Polres Lembata secara resmi merilis penanganan kasus pencurian paling meresahkan  di Lembata.

Berdasarkan data resmi kepolisian, tercatat sebanyak 10 laporan polisi dengan 8 lokasi kejadian berbeda di wilayah Kabupaten Lembata.

Baca Juga: KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Kapolres Lembata Nanang Wahyudi: Lebih Berimbang Buka Peluang Restorative Justice

Kapolres Lembata, AKBP Nanang Wahyudi, saat menggelar Konferensi pers menyebutkan, delapan titik kejadian tersebut meliputi Desa Waowala dan Desa Beutaran Kecamatan Ile Ape, Lewoleba Selatan, Kota Baru, Komak, Desa Pada, Desa Lusikawak di Kecamatan Nubatukan, serta kawasan Pelabuhan Laut Lewoleba.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan 26 barang bukti, di antaranya sejumlah unit telepon genggam berbagai merek, laptop, speaker, alat cas, kain tenun, etalase rokok, perhiasan, hingga empat unit sepeda motor masing-masing jenis Honda Beat, Vixion, Revo, dan Suzuki Nex.

Selain itu, polisi juga mencatat adanya 5 barang temuan, berupa satu unit laptop Acer, satu unit iPhone, satu unit HP Oppo, alat cas Samsung, tas ransel, serta kain tenun.

Baca Juga: Di Balik Laptop Uzur dan Meja Spiker: Semangat Jurnalis Lembata Menyongsong HPN 2026

Dalam rilis tersebut dijelaskan, sejumlah kasus pencurian terjadi di rumah warga dan kios dengan waktu kejadian mayoritas pada dini hari. Kerugian korban bervariasi, mulai dari Rp1,6 juta hingga Rp 20 juta.

Beberapa laporan polisi yang menonjol di antaranya kasus pencurian di Desa Beutaran, Kecamatan Ile Ape, pada 7 Januari 2026 sekitar pukul 03.00–04.00 Wita, dengan kerugian mencapai Rp6,6 juta dan Rp3,7 juta.

Barang yang dicuri meliputi sarung, lipa, alat catok rambut, alat cas HP, serta laptop. Pelaku dalam kasus ini diduga dilakukan oleh AG, S, dan AW, yang seluruhnya berusia 18 tahun.

Baca Juga: PT. Tirta Teknosys Jajaki Pembangunan Pabrik AMDK di Kabupaten Lembata, Lima Lokasi Di Survei

Kasus lain terjadi di Kelurahan Lewoleba Selatan pada 18 Desember 2025 dengan kerugian Rp 8 juta berupa satu unit sepeda motor Honda Beat.

Sementara di Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, pencurian pada 10 Januari 2026 menyebabkan kerugian hingga Rp 20 juta, dengan barang bukti laptop Lenovo dan speaker bluetooth.

Dari keseluruhan kasus, polisi mencatat bahwa mayoritas terduga pelaku masih berusia remaja, dengan rentang usia 16 hingga 19 tahun.

Baca Juga: Sekda Lembata Tekankan Penguatan Pelaporan SPM Terpadu Melalui Koordinasi Teknis OPD

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 476 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda kategori V.

Penyidik juga menerapkan Pasal 477 ayat (1) dan ayat (2) KUHP dengan ancaman pidana maksimal hingga 9 tahun penjara, sesuai dengan peran dan perbuatan masing-masing pelaku.

Polres Lembata menegaskan, penanganan perkara dilakukan sesuai dengan KUHAP dan KUHP yang berlaku, serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Baca Juga: ASDP Berdalih Pelabuhan Ferry Belum Layak, Pemda Lembata Minta ASDP Bersurat Resmi

Pada kasus ini, Kepolisian menghimbau masyarakat Lembata  untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana pencurian.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *