LEMBATA — Bidang Penanggulangan Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lembata kembali melaksanakan kegiatan edukatif bertajuk “Damkar Goes To School” di MTS Negeri 2 Lembata, pada Sabtu (08/11/2025).
Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dini tentang penanggulangan kebakaran serta pengenalan dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lingkungan madrasah.
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh guru dan peserta didik. Mereka mengikuti sosialisasi dan simulasi pemadaman api ringan yang dipandu langsung oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran, Deni Mbui, S.Sos.
Kepada Harian Warga. ID, Deni menjelaskan tentang karakteristik api, penyebab kebakaran, serta langkah-langkah penanggulangan dini, termasuk penggunaan “APAR“ secara benar dan aman.
Tanggapan Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran, Yoanis Lalang, S.T.
Yoanis Lalang menjelaskan bahwa kegiatan edukasi dini ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana kebakaran.
“Anak-anak harus akrab dengan api. Mereka tidak boleh takut, tetapi harus tahu cara mengendalikan dan menanggulanginya. Kesadaran dan pemahaman tentang pencegahan kebakaran di masyarakat masih sangat minim, karena itu penting dimulai dari lingkungan sekolah,” ujar Kabid Penanggulangan Kebakaran di satuan OPD Satpol-PP ini.
Sementara itu, Kepala MTS Negeri 2 Lembata, Ibu Ramlah Budiman, S.Ag, menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim Damkar Lembata atas dedikasi mereka dalam memberikan edukasi tentang bahaya kebakaran.
“Kegiatan ini sangat penting untuk membentuk kesadaran dan kesiapsiagaan warga madrasah dalam menghadapi keadaan darurat. Kami berharap program seperti ini dapat menjadi kegiatan rutin agar warga sekolah tanggap, terampil, dan tidak panik saat menghadapi kebakaran,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Damkar Goes To School, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lembata berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tangguh, dan responsif terhadap situasi darurat, sekaligus menumbuhkan budaya siaga bencana sejak dini di kalangan peserta didik. ***













